This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Friday, 18 March 2016

Ketajaman Mental Mulai Menurun Setelah Berumur 45 Tahun


Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Kapasitas memori otak untuk penalaran dan pemahaman akan mulai memudar di usia pertengahan bukan pada usia 60 tahun-an. Para ahli mengatakan temuan ini penting karena orang-orang yang muda harus didorong untuk meningkatkan kekuatan otak mereka dengan cara pola hidup yang sehat.

Peneliti dari Pusat Penelitian di Epidemiologi, Population Health di Perancis dan University College London di Inggris mempelajari lebih dari 7.000 orang selama periode 10-tahun. Daily Mail melaporkan, Studi ini mengamati pegawai negeri sipil berusia antara 45 dan 70 tahun yang bekerja di London. Fungsi kognitif diukur tiga kali selama 10 tahun untuk menilai memori, kosa kata, pendengaran dan keterampilan pemahaman visual.

Pada pria yang berusia diantara 45- 49 tahun di awal penelitian terjadi penurunan 3,6 persen dalam penalaran setelah 10 tahun dan mereka yang usianya di antara 65-70 tahun terjadi penurunan 9,6 persen. Pada wanita yang usianya di antara 45-49 terjadi penurunan 3,6 persen dan yang usianya diantara 65-70 tahun terjadi penurunan 7,4 persen.

Mail mengomentari pernyataan yang diterbitkan oleh British Medical Journal, penelitan yang dipimpin oleh Archana Singh-Manoux, mereka mengatakan telah terjadi kegagalan pada keterampilan mental dan menyimpulkan penalaran akan mulai menurun pada usia 60 tahun keatas. Akan tetapi pendapat ini dibantah oleh Mail yang telah melakukan studi. Dia mengatakan "penurunan kognitif sudah jelas berada dalam usia pertengahan, antara 45-49 tahun." Studi ini menunjukkan bahwa penyakit ini telah menurunkan ketajaman mental pada seseorang, tetapi jika seseorang melakukan gaya hidup yang sehat dan mempunyai kesehatan jantung yang baik hal ini bisa membantu.

Obat-obatan dan intervensi medis lainnya mungkin sudah bisa diterapkan pada usia dini, sehingga dapat digunakan untuk orang-orang yang penurunan kognitifnya lebih cepat dari rata-rata, kata mail.

Saturday, 5 March 2016

Blogging Membantu Anak-anak Mengatasi Masalah

Blogging Membantu Anak-anak Mengatasi Masalah

Blogging bisa membuat kecemasan sosial pada seorang remaja menghilang, memunculkan harga diri mereka, dan juga bisa membuat hubungan dengan teman-teman mereka menjadi lebih baik lagi, mununjukkan sebuah penelitian. Menulis sebuah blog memiliki hasil positif yang lebih kuat pada siswa yang bermasalah daripada hanya sekedar mengekspresikan kegelisahan dan kekhawatiran di buku harian pribadi mereka. Para peneliti telah menunjukkan bahwa melakukan aktivitas blogging merupakan cara yang terbaik untuk melepaskan masalah, beban pikiran, tekanan mental, dan bisa membuat mereka menjadi lebih baik lagi, penelitian ini dilakukan oleh Meyran Boniel Nissim dari universitas Haifa, Israel.

"Remaja yang sedang melakukan aktifitas blogging memungkinkan mereka untuk bebas berekspresi dan memudahkan mereka berkomunikasi dengan orang lain," tambah Boniel-Nissim, layanan jurnal Psychological melaporkan. "Meskipun penyalahgunaan dunia online sangat luas tapi kami menggaris bawahi bahwa tidak semua aktivitas yang berhubungan dengan internet negatif, tapi juga ada sisi positifnya yaitu seperti melakukan aktivitas ngeblog, menurut pernyataan dari Azy Barak, dari universitas.

Para peneliti secara acak telah mensurvey siswa SMA di Israel, untuk anak perempuan sebanyak 124 dan untuk anak laki-laki sebanyak 37, yang rata-rata berada di usia 15 tahun, karena beberapa dari mereka memiliki tingkat kecemasan sosial atau memiliki tekanan yang ada di dalam diri mereka. Penelitian menemukan bahwa siswa yang melakukan aktifitas blogging akan mempunyai harga diri dan perilaku sosial yang positif dibandingkan siswa yang hanya menulis buku harian dan tidak melakukan aktifitas apapun.

Friday, 4 March 2016

Penelitian Menunjukkan Bahwa Olahraga Dapat Mengurangi Risiko Terkena Kanker Usus

Olahraga Dapat Mengurangi Risiko Terkena Kanker Usus

Orang-orang yang aktif secara fisik memiliki risiko lebih rendah terkena kanker usus dibandingkan dengan mereka yang kurang aktif, menurut sebuah penelitian di Australia. Para peneliti di University of Western Australia (UWA) dan the Western Australian Institute for Medical Research (WAIMR) telah menemukan bahwa orang-orang yang melakukan aktivitas fisik yang berat dapat terhindar dari penyakit jenis kanker kolorektal.

Para peneliti meneliti 870 peserta yang menderita kanker usus dan kelompok yang tidak memiliki penyakit sebanyak 996 peserta.
Peserta dalam penelitian ini diminta untuk menjawab pertanyaan tentang aktivitas fisik mereka, gaya hidup, diet ,dan obat-obatan.

Mahasiswa UWA Terry Boyle, yang juga didukung oleh Lions Cancer Institute, mengatakan penelitian ini menegaskan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa seseorang yang paling aktif secara fisik memiliki risiko lebih rendah terkena kanker usus dari pada yang sedikit aktif.
"Hal ini juga memberikan kita beberapa petunjuk tentang  jenis kegiatan apa saja yang paling efektif dalam mengurangi risiko terkena kanker usus," kata Boyle.
Studi ini menjelaskan bahwa seseorang yang melakukan aktivitas fisik yang berat secara teratur selama hidupnya memiliki 40 persen penurunan risiko terkena kanker distal (bawah) kolon dan rektum.

"Hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas berat seperti jogging, bersepeda, berenang, tenis, hoki, netball dan sepakbola, akan memungkinkan kegiatan fisik tersebut paling efektif untuk menurunkan risiko terkena kanker usus," kata Boyle.
Temuan lain menunjukkan bahwa aktivitas fisik  yang dilakukan setelah usia 51 tahun mungkin akan lebih bermanfaat untuk mengurangi risiko terkena penyakit kanker usus dari pada harus melakukan aktifitas fisik sewaktu masih muda.

Saturday, 20 February 2016

Tidur Yang Tidak Memadai Akan Merugikan Penderita Diabetes Muda

  Tidur Yang Tidak Memadai Akan Merugikan Penderita Diabetes Muda

Penderita diabetes muda yang mendapatkan posisi tidur malam yang tidak cukup baik akan memiliki risiko besar. hal ini akan memperburuk kontrol gula darah dan bisa mengarah ke kinerja yang lebih buruk.
"Meskipun sudah mengikuti rekomendasi untuk menjaga kesehatan pada penderita diabetes, banyak pemuda dengan diabetes tipe 1 mengalami kesulitan untuk mengontrol gula darah mereka," kata kepala studi penyidik Michelle Perfect dari University of Arizona.

"Kami menemukan bahwa hal itu bisa terjadi karena kelainan pada tidur, seperti ngantuk di siang hari, tidur dalam posisi yang tidak baik dan posisi tidur yang sulit untuk bernafas. Semua ini akan menjadi lebih sulit lagi untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes, "katanya.

Studi ini meneliti kesehatan tidur dari 50 penderita diabetes tipe 1, yang berusia 10-16 tahun. Perfect dan rekan-rekannya membandingkan data dengan kelompok kontrol yang sama, tanpa penderita diabetes. Hasil dari diabetes tipe1 menghasilkan  kerusakan sel yang memproduksi insulin. Kurangnya insulin akan menyebabkan seringnya buang air kecil, rasa haus, kelaparan meningkat, dan penurunan berat badan, menurut pernyataan dari Arizona. Mereka menemukan bahwa penderita diabetes muda menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur daripada pemuda yang tidak terkena diabetes.

"Masalah tidur terus-menerus dikaitkan dengan pola hidup yang tidak sehat, kualitas hidup yang buruk dan kelainan sikap pemuda di siang hari," kata perfect.
Rekan perfect juga menemukan bahwa hampir sepertiga dari pemuda dalam penelitiannya, mereka memiliki gangguan tidur seperti sulit untuk bernafas ketika tidur.
peserta muda yang mengalami kesulitan bernafas ketika tidur menunjukkan kadar gula darah mereka secara signifikan lebih tinggi. pola penyakit ini  sama seperti yang dialami oleh  orang dewasa.

Monday, 15 February 2016

Menggunakan perangkat pendengar(ipod), Akan Memungkinkan Anda Menderita Gangguan Pendengaran Awal

Menggunakan perangkat pendengar(ipod), Akan Memungkinkan Menderita Gangguan Pendengaran Awal

Satu dari empat remaja berada dalam bahaya, mereka akan kehilangan pendengaran awal yang diakibatkan mendengarkan musik secara langsung dari perangkat pendengar pribadi mereka (PLDs) seperti MP3 player dan iPod.
Perangkat pendengar pribadi seperti iPod dan MP3 player mempunyai suara yang baik, hal ini akan memungkinkan pengguna untuk mendengarkan lagu sebening kristal pada volume tinggi selama berjam-jam.

Namun menurut peneliti Tel Aviv University (TAU), ternyata kemajuan perangkat dari PLDs juga menjadi bahaya kesehatan yang cukup serius, remaja akan menghadapi risiko terbesar pada pendengaran mereka.
Satu dari empat remaja berada dalam baahaya yaitu kehilangan pendengaran pada usia dini akibat kebiasaan mendengarkan langsung dari perangkat pendengar, kata Chava Muchnik profesor audiologi di TAU Sackler Fakultas Kedokteran dan Sheba Medical Centre, International Journal of Audiologi melaporkan.

Bersama dengan rekan-rekan Ricky Kaplan Neeman, Noam Amir dan Ester Shabtai, Muchnik mempelajari kebiasaan mendengarkan musik remaja dan mengambil pengukuran akustik tingkat volume yang disukai untuk didengarkan, menurut pernyataan TAU.
Hasil menunjukkan dengan jelas bahwa remaja memiliki kebiasaan mendengarkan musik yang bervolume cukup keras ketika mereka menggunakan iPod dan perangkat MP3 lainnya.

Dalam 10 atau 20 tahun kemudian, masalah ini akan terlambat untuk disadari bahwa seluruh generasi muda akan menderita masalah pendengaran jauh lebih awal sebelum mereka meranjak ke usia lanjut" kata Muchnik.
Mereka yang telah menyalahgunakan MP3 player akan menyadari pendengaran mereka mulai memburuk pada usia awal 30-an dan 40-an.
Penelitian tahap pertama dilakukan pada 289 peserta yang berusia 13 hingga 17 tahun. Dan pada penelitian tahap kedua, pengukuran tingkat pendengaran dilakukan pada 74 remaja di lingkungan yang tenang dan berisik.

Temuan pada penelitian ini sangat mengkhwatirkan, kata Muchnik. Delapan puluh persen remaja menggunakan PLDs mereka secara teratur, delapan persen dari mereka mendengarkan PLDs lebih dari empat jam berturut-turut, dan dua puluh satu persen remaja yang menggunakan PLDs mempunyai waktu 1 sampai 4 jam setiap hari untuk mendengarkannya.

Hasil di ambil bersama-sama dengan pengukuran akustik, data menunjukkan bahwa seperempat dari peserta beresiko mengalami gangguan pendengaran yang cukup parah.

Wednesday, 10 February 2016

Makanan Yang Dimasak Lebih Banyak Energi Daripada Makanan Mentah

makanan yang dimasak lebih banyak energi

Selama bertahun-tahun orang yang memiliki kebugaran tubuh  dan ahli diet percaya bahwa memasak atau mengolah makanan yang dimasak terlebih dahulu akan mengurangi nilai gizinya. Hal ini berlawanan dengan kepercayaan yang sudah sangat populer, yaitu makanan yang dimasak akan memberikan lebih banyak energi daripada versi beku, terutama bagi daging.

Penemuan ini menunjukkan manusia secara biologis telah memanfaatkan makanan yang telah dimasak terlebih dahulu, yang memainkan peran penting dalam mendorong evolusi kita dari makhluk seperti kera menjadi makhluk yang menyerupai manusia yang terlihat pada saat ini.
"Sungguh menakjubkan bahwa kita tidak memahami sifat-sifat mendasar dari makanan yang kita makan," kata Rachel Carmody, ahli biologi evolusi di Harvard Graduate School of Arts dan Sciences, Prosiding jurnal National Academy of Sciences.

"Semua bahan makanan yang kita masukkan ke dalam masakan kita dengan cara menumbuk, memotong, atau mengirisnya. kita tidak mengerti efek apa yang akan terjadi jika kita melakukan hal tersebut dan seberapa besar energi yang ada di dalam bahan makanan setelah kita mengolahnya. Energi merupakan alasan utama kita untuk makan". Kata Carmody, menurut pernyataannya di Harvard.

Untuk menguji efek tersebut, Carmody merancang model eksperimental yang unik.
Ia mengelompokan serangkaian dua tikus yang telah diet terlebih dahulu. Setelah itu ia memberi makan tikus itu daging dan ubi jalar dengan 4 cara penyajian yaitu mentah dan utuh, baku dan ditumbuk, dimasak dan utuh, dan yang terakhir dimasak dan ditumbuk.
Tikus yang telah diet terlebih dahulu, peneliti menemukan perubahan dalam berat tubuh masing-masing tikus. Carmody mengatakan, jelas menunjukkan bahwa daging yang dimasak mempunyai lebih banyak energi untuk tikus dari pada yang baku.

Meskipun manusia purba sudah makan daging pada 2,5 juta tahun yang lalu, tanpa memiliki kemampuan untuk membakar daging tersebut, sehingga daging yang mereka makan adalah mentah sehingga mereka harus menumbuknya terlebih dahulu dengan menggunakan alat-alat batu primitif.

Namun Sekitar 1,9 juta tahun yang lalu, terjadi perubahan yang mendadak. Mayat manusia purba yang ditemukan terlihat tumbuh lebih besar. Ukuran otak mereka meningkat.

Riset yang dilakukan Carmody untuk hipotesis lain, mungkin daging yang dimasak terlebih dahulu oleh manusia memiliki lebih banyak energi, itulah yang memungkinkan untuk perubahan evolusioner penuh pada manusia purba.